• Latest News

    Senin, 29 April 2013

    Himpunan Mahasiswa dan Pemuda SImalungun demo Kantor Imigrasi Siantar




    Ratusan massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi), Rabu (24/4), menggelar unjuk rasa di Kantor Imigrasi Kelas II Pematangsiantar, Nagori Beringin, Kecamatan Tapian Dolok. Dalam aksinya, massa memprotes kebijakan penggunaan pakaian adat Batak Toba di Kantor Imigrasi.

    Koordinator aksi, Radi Saragih Garingging SE, dalam orasinya, menegaskan, Kepala Imigrasi Kelas II Pematangsiantar Fritz Todung Aritonang, telah melakukan pelanggaran berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pelestarian Cagar Budaya, terkait penerapan pakaian adat tersebut.

    Massa menilai, Fritz tidak menghargai budaya lokal. Selain itu, telah mengaburkan budaya lokal Simalungun, termasuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dengan merampas hak dasar suku Simalungun.

    "Kebijakan ini harus dibatalkan. Kami juga meminta Dirjen Imigrasi di Jakarta, segera memindahkan bersangkutan dari tanah Simalungun ini,” katanya. Radi meminta kepada penegak hukum agar menghukum Fritz karena telah menjadi provokator dan pemicu SARA di Kabupaten Simalungun, dengan penerapan pakaian tersebut.

    Aksi demo tersebut berlangsung dua jam. Dan, tak seorang pegawai Kantor Imigrasi menyambut dan menerima aspirasi massa aksi tersebut. Fritz Todung Aritonang yang ditemui di ruang kerjanya mengaku, mengapresiasi masyarakat Simalungun yang datang ke kantornya.

     Penerapan pakaian adat Toba, juga menjadi bagian dari kecintaan terhadap budaya Simalungun. Fritz menyebutkan, penerapan pakaian adat Batak dijadikan pakaian dinas tidak termasuk melecehkan dan mengaburkan budaya Simalungun.

    Menurutnya, yang terjadi adalah kesalahpahaman, karena dirinya juga akan menerapkan pakaian adat Simalungun menjadi pakaian dinas di Kantor  Imigrasi. "Namun, saat ini pakaiannya belum selesai. Hanya saja tukang jahit yang mengerjakan pakaian tersebut terlebih dahulu menyelesaikan pakaian adat Batak," katanya.

    Dijelaskan Fritz, Kantor Imigrasi ini mencakup 10 kabupaten/kota. Pihak hanya akan menerapkan empat pakaian adat di Kantor Imigrasi yang dipakai setiap hari Jumat. Fritz mengaku, tidak mungkin melakukan ekspos ke media massa terkait penggunaan pakaian adat Simalungun, karena sampai saat ini belum selesai dikerjakan tukang jahit.

    "Penerapan pakaian adat Simalungun sebagai pakaian dinas Imigrasi akan dilakukan dalam waktu dekat,” kata Fritz.

    sumber ; medanbisnis.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Himpunan Mahasiswa dan Pemuda SImalungun demo Kantor Imigrasi Siantar Rating: 5 Reviewed By: Horas Simalungun
    Scroll to Top

    Powered by themekiller.com