• Latest News

    Sabtu, 27 April 2013

    Sejarah Singkat Museum Simalungun






















    Museum Simalungun dibangun pada tanggal 10 April 1939 di Pematangsiantar oleh Raja-raja Simalungun dengan menggunakan biaya sebesar 1.650 Gulden dan diresmikan pada tanggal 30 April 1940. Tujuan membangun Museum Simalungun pada masa itu adalah untuk menjaga benda-benda cagar budaya yang bernilai sejarah dan budaya agar tidak lenyap ditelan jaman. Sejak Tanggal 7 Juni 1955 Museum Simalungun dikelola Museum Simalungun. Biaya perawatan dan pemeliharaannya diharapkan dari sumbangan pengunjung dan pemerintah Kabupaten Simalungun dan Pemerintah Kota Pematangsiantar. 

    Museum Simalungun menyimpan berbagai koleksi terdiri dari:

    I Koleksi Etnografika yaitu: Peralatan Rumah Tangga; Peralatan Pertanian; Peralatan Menangkap Ikan; Peralatan meramu dan berburu; Peralatan pandai emas dan pandai besi; Peralatan music dan tari; Peralatan pengrajin tenun; bahan-bahannya terbuat dari kayu, rotan, bambu, porselin, tanah liat, tanduk tulang-tulang, besi tembaga, kuningan dan bahan-bahan lainnya.


    Peralatan Rumah Tangga  :
    •  Parborasan (Tempat menyimpan beras)
    •  Pinggan Pasu (Piring nasi untuk Raja)
    • Tatabu (Tempat menyimpan air)
    • Abal-abal (Tempat menyimpan garam) dsd   
     Peralatan Pertanian  :
    • Wewean (alat memintai tali)
    • Hudali (Cangkul)
    • Tajak (Alat membajak tanah)
    • Agadi (Alat menyadap nira)dsb.
    Peralatan Perikanan  :
    • Bubu (Penangkap Ikan dari Bambu)
    • Taduhan (Tempat menyimpan ikan)
    • Hirang-lurang (Jaring penampung ikan)
    • Hail (Kail) dsb.
    Alat-alat Kesenian seperti :
    • Ogung        
    • Sarunai
    • Mong-mong
    • Sordam
    • Hesek
    • Arbab
    • Gondrang
    • Husapi dsb.
    Alat-alat perhiasaan, seperti :
    • Suhul gading (keris)
    • Raut (pisau)
    • Gotong (Kopiah laki-laki)
    • Bajut (Tas Wanita)
    • Bulang (Tudung Wanita)
    • Suri-suri (Selendang Wanita)
    • Gondit (Ikat pinggang pria)
    • Dorami (Perhiasan Kepala pria)

    II Koleksi Keramikologie terdiri dari berbagai jenis porselin buatan China, Holland dan Spanyol.

    III Koleksi Numismatika terdiri dari berbagai mata uang seperti mata Uang Indonesia, Belanda, Jepang dan lain-lain.

    IV .Koleksi Naskah Kuno (Old Manuscript) terbuat dari kulit kayu Alim dan bamboo ayan. Naskah kuno menyimpan berbagai aspek ilmu pengetahuan seperti astrologi dan astronomi serta ramuan obat tradisional 

    IV Koleksi Arkeologi yang terdiri dari aneka arca yang terbuat dari batu, perunggu dan kuningan

    V Koleksi Hand Craff yakni koleksi karya seni berupa arca dan ornament yang bahannya terbuat dari kayu dan bamboo


    Jumlah koleksi Museum Simalungun berjumlah lrbih kurang 860 buah,

    Pendiri Museum Simalungun
    Ketua : A.D. Doornik
    Sekretaris : Tuan Maja Purba (anak dari keluarga besar Raja Purba)
    Anggota : Tuan Mogang Purba ( Raja Purba terakhir) mewakili raja-raja
    Anggota : Jaudin saragih (Pangulu Balei)
    Anggota : Tuan R.H. Volbeda (Adm Perkebunan horas)
    Penasehat : dr. P. Voorhoeve Taalambtenaar (ahli Bahasa)


    sumber : simalungunkab.go.id
    disporabudparsiantar
    berbagai sumber lain

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Sejarah Singkat Museum Simalungun Rating: 5 Reviewed By: Horas Simalungun
    Scroll to Top

    Powered by themekiller.com