• Latest News

    Senin, 20 Mei 2013

    Nagori Silinduk, Daerah peternakan Lembu di Simalungun






    Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara dikenal sebagai daerah peternak  lembu yang salah satunya berada di Nagori Silinduk .

    Diperkirakan ada ribuan ekor yang dikembangbiakkan.” Masih kita data, tetapi sebanyak 335 dari 640 kepala keluarga di sini rata-rata memelihara 3-4 ekor, dan bahkan sampai 20 ekor,” kata Pangulu Nagori Silinduk Kecamatan Dolok Batu Nanggar Samiaji didampingi Sekretaris Suwardi, Minggu siang.

    Para warga peternak memulai perkembangbiakan lembu dari membeli, bukan bantuan pemerintah. Sebagian besar memelihara kepunyaan orang lain dan akhirnya memiliki hewan ternak ini.

    satu di antaranya Sami (62 tahun). Janda anak tujuh yang baru ditinggal suaminya 40 hari lalu, menggantungkan penghasilan keluarga dari memelihara lembu disamping bertani.

    “Bukan punya ibu, hanya memelihara punya orang lain dengan cara ‘maro’, seperti kebanyakan warga di sini,” kata Sami ketika ditemui di kandang lembu samping rumahnya, sambil mempersiapkan rumput gelagahan untuk pakan lembu.

    Sami menjelaskan dia, anaknya dan sebagian warga memelihara indukan lembu milik orang lain dan sebagai upahnya bagi dua anakan lembu yang dilahirkan indukan (maro).

    “Kalau anaknya lahir dua ekor, kami dapat satu dan pemilik satu ekor. Tetapi kalau cuma lahir satu, ya ditunggu sampai tahun depan baru dibagi,” papar Sami.

    Dari cara maro ini Sami mengaku kehidupannya sangat terbantu. Untuk berbagai kebutuhan seperti beli tanah, membangun rumah, biaya sekolah tujuh anaknya, sampai pada perobatan almarhum suaminya.

    “Waktu bapak sakit dan dirawat di rumah sakit butuh biaya sebesar Rp5 juta lebih. Lembu betina yang sedang hamil ibu jual dengan harga Rp9 juta, sisanya ibu belikan lembu yang lebih kecil,” tutur Sami.

    Untuk menjual lembu para warga tidak menemui kesulitan, kapan pun bisa dengan harga antara Rp8-10 juta ke agen. “Tergantung besar dan sehatnya lembu,” sebut Sami.

    Begitu juga memelihara lembu cukup mudah. Setiap pagi dilepas ke areal perkebunan dan menjelang Magrib digiring pulang. “Di rumah juga kita sediakan rumput, karena lembu suka mengunyah supaya tidak keliaran,” kata Sami.

    Soal penyakit hanya perlu diberi obat cacing ketika lembu masih anakan, dan Sami bersyukur desanya relatif aman dari pencurian lembu. “Sejak saya masih muda, pencurian lembu sangat jarang terjadi, makanya kami tidak khawatir melepas lembu di luaran,” kata Sami.

    antarasumut
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Nagori Silinduk, Daerah peternakan Lembu di Simalungun Rating: 5 Reviewed By: Horas Simalungun
    Scroll to Top

    Powered by themekiller.com