• Latest News

    Selasa, 04 Juni 2013

    Pesta Pariama, Tradisi Pascapanen di Simalungun

    Ada sebuah tradisi yang masih terus melekat dan dilestarikan salah satu nagori atau desa di Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Tradisi itu adalah Pesta Pariama.

    Hajatan ini merupakan sebuah pesta yang digelar masyarakat seusai memanen hasil pertanian, terutama jika panen padi berlangsung dengan baik.

    ”Pesta Pariama kami gelar di Nagori Pubatua Etek, Kecamatan Silimakuta. Ini merupakan kegiatan rutin masyarakat wilayah ini yang biasa dilaksanakan satu kali dalam satu tahun seusai panen padi atau panen hasil pertanian,” ujar Nesei Sinulingga, salah seorang tokoh masyarakat, baru-baru ini.

    Menurut Nesei, Pesta Pariama atau pesta syukuran masih tetap dipertahankan di daerah mereka sebagai bentuk rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat yang diberikan kepada hambanya sehingga memperoleh hasil pertanian yang berlimpah.

    ”Ini merupakan bentuk ucapan syukur dan sukacita. Dalam bahasa Simalungun disebut malas ni uhur,” katanya.

    ”Pesta ini juga sebagai bagian dari upaya untuk mempererat tali persaudaraan antarsesama, khususnya masyarakat Nagori Purba Tua Etek,” kata Jakoras Purba, salah seorang panitia pesta, ikut menimpali.

    Tak heran, ketika warga Nagori Pubatua Etek pada pertengahan Mei 2013 menggelar Pesta Pariama dan dihadiri Bupati Simalungun JR Saragih bersama rombongan jajarannya, rasa sukacita warga kian membuncah.

    Ada segudang harapan yang akan mereka sampaikan dalam momentum pesta syukuran itu. Bupati JR Saragih tentu disambut layaknya tamu kehormatan dalam acara dengan memberikan kalungan bunga dan menampilkan tortor sombah serta penyematan ulos pamotting dari masyarakat.

    Pesta kian meriah tatkala rombongan JR Saragih manortor bersama warga yang larut dalam suasana sukacita pascapanen. Di sebalik sukacita Pesta Pariama itu, masyarakat melalui Nesei Sinulingga melayangkan harapan dan permohonan kepada JR Saragih.

    Ibarat berbalas pantun, JR Saragih menyambut harapan masyarakat tentang perbaikan jalan. JR Saragih mengatakan, melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Simalungun akan berupaya untuk mengubah desa menjadi lebih baik.

    Pesta Pariama masyarakat Nagori Purba Tua Etek itu ternyata efektif. Selain utnuk mengucapkan syukur atas panen yang baik, juga sebagai wadah menggugah pengambil kebijakan untuk memberikan perhatian atas pembangunan yang belum tersentuh selama ini.

    ”Pesta ini memang bisa menjadi media rasa syukur, membangun kebersamaan, dan juga penyampaian aspirasi warga kepada para pengambil kebijakan,” kata Nesei.

    sumber : kompas.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Pesta Pariama, Tradisi Pascapanen di Simalungun Rating: 5 Reviewed By: Horas Simalungun
    Scroll to Top

    Powered by themekiller.com