• Latest News

    Kamis, 24 Oktober 2013

    Falsafah Budaya Simalungun





    Falsafah budaya Simalungun
     
     
    Budaya Simalungun terdiri dari adat istiadat, bahasa dan lain sebagainya. Berdasarkan hasil seminar budaya Simalungun menetapkan bahwa budaya Simalungun didasari oleh "Habonaron do Bona" = Kebenaran Adalah Pangkal, dan Motto ini telah ditetapkan menjadi Motto Lambang Kabupaten Simalungun. Demikian juga dengan " Sapangambei Manoktok Hitei, yang berarti "  Bersama-sama membangun Jembatan atau bergotong royong, bahu membahu untuk membangun, Motto ini juga sudah ditetapkan menjadi motto lambang Kota Pematang Siantar.

    Falsafah budaya Simalungun tercermin pada Falsafah Adat Simalungun, yaitu Tolu Sahundulan, Lima Saodoran

    Tolu Sahundulan (3 pada Tempat yang sama) yaitu :
    1. Sanina
    2.Tondong
    3. Boru

    Semboyan Tolu Sahundulan yaitu, Sanina Panglopan Riah (musyawarah), Tondong Pangalopan Podah (nasihat, petuah), Boru Pangalopan Gogoh (kekuatan).Dalam  Marsanina harus pakkei, manat, Dalam Martondong harus hormat, Dalam Marboru harus elek, pandai

    Falsafah adat Tolu sahundulan adalah dasar, pengikat dalam Tutur Simalungun (silsilah), karena Tutur dalam Adat Simalugun terbagi atas 3 bagian utama yaitu :

    1.Sibiak Sanina
    2.Sibial Tondong
    3. Sibiak Boru

    Sering disebutkan Sitolu Sahundulan dengan simbol : Bonang Manalu atau pada saputangan Pinolang-nolang (warna putih, merah, hitam), sehingga pada acafa adat ketiga bagian utama diatas  harus sejalan agar acara adat berjalan dengan baik. Sania pangalopab Riah, Tondong pangalopan Podah, Boru pangalopan gogoh

    Dalam Marsanina kita harus manat (hati hati), jika ada masalah, perselisihan pendapat,

    Kepada tondong klta harus Hormat, dahulu ada pepatah yang mengatakan bahwa Tondong adalah Tuhan yang terlihat. Bisa saja Tanaman kita layu jika kita menyebut Tondong kita "Tenger pe sambubu, na pinupus ni todong do.

    Kepada Boru, kita harus elek (membujuk) / pandei (pandai), boru adalah tiang tiang tumah kta, kita harus pandai membujuknya baik dalam perkataan maupun perbuatan

    Dalam Simalungun karena begitu luasnya hubungan tali persaudaraan, Tolu Sahundulan dikembangkan menjadi lima yang disebut dengan 5 Saodoran yaitu :

    1. Suhut
    2.Tondong
    3.Boru
    4.Tondong ni Tondong
    5. Anak Boru Mintori (boru ni boru)

    Sumber :Adat Ni Simalugun (2008)
    Diterjemahan oleh Tim www.simalungun.info
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Falsafah Budaya Simalungun Rating: 5 Reviewed By: Horas Simalungun
    Scroll to Top

    Powered by themekiller.com