• Latest News

    Senin, 01 September 2014

    Tortor Huda Huda Simalungun Curi Perhatian Festival Krakatau Lampung 2014

    Ada yang unik di pembukaan Festival Krakatau 2014. Tari Huda-huda yang dibawakan tim kesenian dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Provinsi Sumatera Utara mencuri perhatian mereka yang menonton rangkaian acara tersebut di Lapangan Saburai - Enggal Bandar Lampung, Minggu, 24 Agustus 2014.

    Tarian itu seni gerak penuh filosofi milik suku Simalungundi Sumatera Utara. Bagi suku Simalungun, burung enggang adalah satwa yang dihormati. Kehadirannya memberikan pertanda khusus bagi masyarakat kampung yang mengetahuinya. Kalau burung itu ada, maka masyarakat akan memperhatikan secara detail ke arah mana dia terbang. Arah terbang itu menentukan apakah kedatangannya memberitahu kabar baik atau dukacita, kata Matius, kepala tim seni tersebut sebelum tari dipertontonkan.

    Menurut Matius, Tari Huda-huda berarti kuda-kuda. "Karena kalau burung enggang itu mendarat dan berjalan mirip dengan kuda," ujarnya.

    Tarian Huda-huda biasanya dipentaskan pada acara kematian orangtua yang semua anaknya sudah punya cucu atau  cicit. "Zaman dulu ini adalah tarian keluarga kerajaan. Hanya dipentaskan untuk kematian pada kalangan bangsawan. Dibawakan dengan jenaka, supaya keluarga yang ditinggalkan almarhum tidak terlalu bersedih atas kematian tersebut. Sepanjang keluarga almarhum belum tertawa atau minimal senyum, tarian tersebut tidak akan berhenti. Semacam penghiburan supaya tidak terlalu menangisi kematian," katanya.

    Tarian ini diawali tangisan dan rintihan seorang perempuan berkebaya pink. Dia berlakon seolah-olah merupakan anggota keluarga yang sedang dirundung kematian. Ucapan dan tangisannya dilakukan seperti bernyanyi di sela isak tangisnya.

    Tak berapa lama, musik tradisional mulai dimainkan. Dari sudut panggung muncul dua penari dan seekor burung enggang palsu. Kedua penari memakai topeng. Pada burung enggang palsu, paruh burung enggang dan jubah putih lebar serta ekor yang terdiri dari tiga helai pita kain berwarna hitam, putih dan merah (warna yang sakral buat suku Simalungun). Mereka menari mengelilingi perempuan tersebut. Mereka melakukan gerakan-gerakan yang memancing tawa. Tarian itu berakhir ketika perempuan yang sedang dirundung kesedihan tersebut akhirnya bangun berdiri dan ikut menari bersama.

    Penampilan tim kesenian itu sekitar 15 menit. Penonton mendekati panggung untuk melihat lebih dekat. Termasuk anggota tim dari peserta lomba modern dance juga ikut. Pecinta fotografi tak mau kalah. Momen langka tersebut diabadikan lewat lensa kamera mereka. Tim kesenian tersebut juga membawa alat musik asli lengkap dengan pemain musiknya. Ketika pertunjukan berakhir, tepuk tangan meriah langsung terdengar.

    Penampilan Tari Huda-huda tersebut menjadi bagian dari pembukaan Festival Krakatau ke-24 tahun ini. Festival Krakatau merupakan agenda pariwisata Provinsi Lampung untuk mempromosikan potensi budaya dan pariwisata di daerah itu. (*)

    Saryah M Sitopu - Saibumi,com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Tortor Huda Huda Simalungun Curi Perhatian Festival Krakatau Lampung 2014 Rating: 5 Reviewed By: Horas Simalungun
    Scroll to Top

    Powered by themekiller.com