Searching...
Visit Simalungun | kunjungi beraneka ragam panorama wisata simalungun
Adat dan Budaya Simalungun Warisan Leluruh, identitas orang simalungun
Pariwisata Simalungun Let's Visit Simalungun
Tokoh Pengemuka Simalunguns Mereka yang telah berjasa dan mengharumkan Simalungun
Event Budaya SimalungunEvent Bertemkan Simalungun Mengangkat kembali dan melestarikan Budaya Simalungun
Kamis, 15 Mei 2014
Daftar Nama Caleg Terpilih DPRD Sumut dari Dapil 10 Simalungun

Daftar Nama Caleg Terpilih DPRD Sumut dari Dapil 10 Simalungun

Pada acara penetapan kursi Partai Politik oleh KPU Sumut di Aula KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Selasa (13/5) diperoleh : Nasdem (5 kursi), PKB (3 kursi), PKS (9 kursi), PDI Perjuangan (16 kursi), Golkar (17 kursi), Gerindra (13 kursi), Demokrat (14 kursi) PAN (6 kursi), PPP (4 kursi), Hanura (10 kursi), PBB (0 kursi) dan PKPI (3 kursi). 

Berikut ini nama-nama caleg terpilih untuk DPRD Sumut (Provinsi) Periode 2014 – 2019 dari daerah Pemilihan Simalungun - Pematang Siantar : 

Dapil Sumut 10 (Simalungun – Pematang Siantar) 8 Kursi:
1. Inge Amelia Nasution, S.Psi (Nasdem)
2. Dra. Hj. Hidayah Herlina Gusti (PKS)
3. Jantoguh Damanik, S.Sos (PDI-Perjuangan)
4. H. Ajib Shah (Golkar)
5. Janter Sirait, SE (Golkar)
6. Richard Pandapotan Sidabutar,SE (Gerindra)
7. Rony Reynaldo Situmorang (Demokrat)
8. Rinawati Sianturi,SH (Hanura)

sumber : KPU Sumut
Read More
Selasa, 13 Mei 2014
Daftar Anggota DPRD Kabupaten Simalungun 2014 - 2019

Daftar Anggota DPRD Kabupaten Simalungun 2014 - 2019


Penetapan anggota DPRD Simalungun baru saja berakhir. Berikut nama-nama calon terpilih anggota DPRD Simalungun untuk periode 5 tahun yang akan datang.

Partai Nasdem: 
  1. TumpakSilitonga (dapil 1), 
  2. Suparto (dapil 3)
  3. Ramanuddin Purba (dapil 4)
  4. Bernhard Damanik (dapil 5) 
  5. Janrismen Saragih (dapil 6).
PKB: 
  1. Rohani Siahaan (Dapil 5)

PKS:
  1. Lismayanto (dapil 1) ** 
  2. Ikhwanuddin Nasution (dapil 2)
PDIP: 
  1. Jhon Manat Purba (dapil 1)
  2. Abu Sofyan Siregar (dapil 2)
  3. Suriyadi (dapil 3)
  4. Rospita Sitorus (dapil 5), 
  5. Waridin Purba (dapil 6)


Golkar: 
  1. Makmur Damanik (dapil 1), 
  2. Rama Sinaga (dapil 1), 
  3. Umar Yani (dapil 2), 
  4. Binton Tindaon, 
  5. Lindung Samosir (dapil 3), 
  6. Sugiarto (dapil 4)
  7. Timbul Jaya Sibarani, 
  8. Pantas Sitanggang (dapil 5),
  9. Johi Alam Saragih (dapil 6).
Gerindra : 
  1. Blanton Hamonangan Sinaga (dapil 1), 
  2. Faosaut P. Sinaga (dapil 2), 
  3. Sastra Joyo Sirait (dapil 3), 
  4. Thombak Alfred Pardamean Siagian (dapil 4), 
  5. John Marudut Tuah Saragih (dapil 5), 
  6. Resnauli Saragih (dapil 6).


Demokrat : 
  1. Sulaiman Sinaga (dapil 1), 
  2. Erna Sari Purba (dapil 2), 
  3. History Sijabat, 
  4. Guntur Lumbansiantar (dapil 3), 
  5. Dadang Pramono (dapil 4), 
  6. Mansur Purba,
  7. Walpiden Tampubolon,  
  8. Betty Rudiarni Sinaga (dapil 5), 
  9. Johalim Purba, 
  10. Elias Barus, 
  11. Balker Haloho (dapil 6)
PAN (3 kursi) : 
  1. Burhanuddin Sinaga (dapil 1), 
  2. Salbin Damanik (dapil 2), 
  3. Edy Sumanto (dapil 3)


PPP (3 kursi): 
  1. Suhadi (dapil 1), 
  2. Adianto Pasaribu (dapil 2), 
  3. Hendra Surmana Sinaga (dapil 3).

Hanura (4 kursi): 
  1. Nazaruddin (dapil 1), 
  2. Esron Simbolon (dapil 3), 
  3. Dungdung Manik (dapil 5), 
  4. Herdin Zulkifli Saragih (dapil 6).

PBB:
Nihil

PKPI: 
  1. Bonauli Rajagukguk (Dapil IV).


Dari 50 calon terpilih tersebut, 12 di antaranya merupakan wajah lama.

tribunnews
Read More
Sabtu, 29 Maret 2014
Penerimaan Siswa Baru SMA Plus Raya Simalungun Tahun Ajaran 2014/2015

Penerimaan Siswa Baru SMA Plus Raya Simalungun Tahun Ajaran 2014/2015

Penerimaan Siswa Baru SMa Plus partuha maujana Simalungun Raya.jpg

PENERIMAAN SISWA BARU ( PSB )
TAHUN PELAJARAN : 2014 / 2015

I. PERSYARATAN
UMUM
A.    Warga Negara Indonesia
B.     Berkelakuan baik dibuktikan Surat Keterangan Kepala Sekolah
C.     Usia maksimum16 Tahun pada 1 Juli 2014
D.    Tinggi dan berat badan seimbang
E.     Sehat Jasmani dan Rohani
F.      Siswa Kelas III SMP/Sederajat T.P. 2013/2014 dengan Syarat Prestasi / Nilai sebagai berikut :

A.    Berdasarkan Peringkat Umum
Siswa yang berasal dari SMP/MTs Negeri/Swasta, mendapat Juara Umum Paralel pada semester V kelas IX TP. 2013/2014 dengan ketentuan sebagai berikut :
1.    Apabila Jumlah siswa sekolah (kelas IX) 15-20 orang = Juara Umum I
2.    Apabila Jumlah siswa sekolah (kelas IX) 21-40 orang = Juara Umum II
3.    Apabila Jumlah siswa sekolah (kelas IX) 41-60 orang = Juara Umum III
4.    Apabila Jumlah siswa sekolah (kelas IX) 61-80 orang = Juara Umum IV
5.   Setiap kelipatan 20 penambahan 1 Orang Juara umum tersebut ditetapkan dan diterangkan oleh Kepala Sekolah yang bersangkutan

B.     Berdasarkan Rata-rata Nilai dengan Syarat sebagai berikut
1.   Siswa/I berasal dari didalam/luar Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera utara
2.  Memiliki Nilai Mata Pelajaran :  Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika , dan IPA pada semester I-V minimal 7,00 ( Tujuh koma nol)
3.   Nilai mata pelajaran diterangkan Kepala Sekolah yang bersangkutan

KHUSUS

Mengisi formulir pendaftaran Penerimaan Siswa Baru SMA Plus Partuha Majana   Simalungun, beralamat di Jalan Sutomo No. 68 Pamatangraya, Kab. Simalungun. Dengan       Lampiran :
1.    Fotocopy rapor semester I s/d V dilegalisi oleh Kepala Sekolah, masing masing rangkap satu.
2.    Pas photo hitam-putih / berwarna terbaru sebanyak 2 (dua) lembar ukuran 3 x 4 cm dan 2 (dua) lembar ukuran 2x3 cm
3.    Fotocopy Akte Kelahiran 1 (satu lembar)
4.    Foto copy Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)
5.   Mengikuti seleksi administrasi, tes Akademis, wawancara, fisik, kesehatan, psikotes dan tes kemampuan Kesamaptaan Jasmani

II. WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN
Tempat      : SMAN 1 Raya, no. 68 Pematangraya
Tanggal     : 24 Maret-02 Mei 2014
Pukul         :  08.00-14.00 Wib (Senin-Jumat)
                     08.00-12.00 Wib  (Sabtu)

III. PROSEDUR  PENDAFTARAN
1.      Mengisi formulir pendaftaran
2.      Menyerahkan Phasfot warna  ukuran 3 x 4  (2 lembar)
3.      Pendaftaran  dilakukan   oleh siswa /orang tua/wali/e-mail
4.      Biaya Pendaftaran Rp 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah)
5.      Bagi pendaftar lewat e-mail mengirimkan bukti transfer pendaftaran SMA Plus PMS Raya, surat

IV. TAHAP SELEKSI
Seleksi Calon Pesrta Didik SMA Plus PMS Raya
1.      Seleksi Akademis (Ujian tertulis) akan dilaksanakan  pada hari Senin tanggal 12 Mei 2014, dimulai pukul 08.00 Wib sampai selesai.
2.      Hasil seleksi Ujian diumumkan pada Hari Senin 12 Mei 2014.
3.      Bagi calon peserta didik yang lulus test akademis berhak untuk mengikuti tes psikotes pada hari Selasa 13 Mei 2014, test kesemaptaan Rabu 14 Mei 2014 dan Wawancara pada hari Jumat 16 mei 2014.

V. PENGUMUMAN DAN DAFTAR ULANG
1.      Pengumuman lulus  dan diterima menjadi siswa baru SMA Plus PMS Raya/ SMA Megeri 1 Raya pada hari Jumat 23 Mei 2014
2.      Pendaftaran ulang bagi siswa baru pada tanggal : 26—30 Mei 2014 dengan melengkapi persyaratan sebagai berikut:
ü  SKHUN (Surat Keputusan Hasil Ujian) dan 2 lembar Fotocopy yang dilegalisir.
ü  Surat Keterangan pindah rayon bagi siswa yang berasal dari SMP/MTs di luar kabupaten Simalungun.
 
VI. KETENTUAN LAIN
1.      Calon peserta didik yang dinyatakan lulus tetapi tidak mendaftar ulang pada tanggal yang telah ditetapkan dinyatakan mengundurkan diri.
2.      Bagi calon peserta didik yang lulus,  masuk asrama pada hari sabtu, tanggal 5 Juli  2014 mulai pukul 08.30 - 15.00 Wib langsung diantar oleh orang tua/wali.
3.      Calon peserta didik yang mengundurkan diri sesudah masuk asrama tidak diberi surat pindah ke sekolah lain, tetapi hanya diberikan surat keterangan lulus seleksi masuk.



CONTACT PERSON
081362300516 ( Drs. B.P Sembiring)
082163374192 ( R.M.Sipayung, S.Pd)

sumber : Blog SMA Plus PMS Raya 
Read More
Sabtu, 01 Februari 2014
Sarudin Saragih Simarmata, Penyanyi dan Pencipta Lagu Simalungun

Sarudin Saragih Simarmata, Penyanyi dan Pencipta Lagu Simalungun

Bagi masyarakat Simalungun, nama Sarudin Saragih Simarmata sudah tidak asing lagi. Baik sebagai penyanyi, maupun sebagai pencipta lagu. Lebih dari 28 album sudah dihasilkannya. Rata-rata di setiap album, 6 di antaranya adalah lagu ciptaannya. Bayangkan, berapa ratus lagu yang telah disumbangkannya untuk memperkaya khasanah permusikan Simalungun ?

Bersama dua rekannya yang lain Kaman Tondang dan Benyamin Girsang, mereka sepakat membentuk satu grup bernama Trio Spansel. Artinya 3 putra Simalungun yang berasal dari Pantai Selatan, tepatnya dari kampung Bage Kecamatan Silima Kuta. Tahun 1975 sekitar bulan Oktober, Trio ini berhasil menembus dunia rekaman. Waktu itu masih dalam bentuk pita kaset. Tidak seperti masa sekarang, rekaman lagu-lagu Simalungun pada masa itu hanya beberapa, masih bisa dihitung dengan jari. Jelas, tidak banyak pilihan lain. Trio Spansel memang boleh dikatakan cukup berjaya di masa itu.

Sebagai putra sulung dari Esten William Saragih Simarmata (+) dan Rontinim br. Purba (+), Sarudin diberi kepercayaan untuk mengasuh lima orang adik-adiknya. Suasana kehidupan di kampung kurang mendukung untuk mewujudkan cita-cita luhur orangtua sehingga dengan berbagai pertimbangan, Sarudin remaja dianjurkan segera menikah. Karena tidak ingin mengecewakan orangtuanya, lelaki kelahiran Sibolga 5 Januari 1951 ini resmi menikah saat usianya menginjak tahun ke-25 walau dengan berat hati, terutama di saat karirnya sedang menanjak, ia ingin melewati hari-harinya dengan bebas, tidak terikat dengan segala macam urusan.

Setelah menikah dan tinggal di kota Medan, Sarudin memboyong adik-adiknya dan hidup serumah dengan mereka. Maksudnya untuk lebih memudahkan pengawasan terhadap mereka yang masih tahap belajar. Meskipun berasal dari desa kecil, ia ingin adik-adiknya bisa lebih maju, setidaknya bisa melampaui pendidikan STM seperti dirinya.

Bagi anak-anak muda zaman sekarang ini pasti muncul pertanyaan, kenapa Sarudin memilih pendidikan di jalur teknik, sedangkan bakat yang mengental dalam dirinya adalah menyanyi dan mencipta lagu ? Kenapa tidak masuk ke jurusan musik saja supaya lebih pas ? Alasannya cukup masuk di akal. Pada masa itu orang beranggapan bahwa laki-laki harus menguasai teknik. Teknik, identik dengan alat-alat berat. Lagipula seusai pendidikan ini bisa langsung bekerja. Sebab umumnya perusahaan lebih sering menawarkan lapangan kerja dari lulusan STM. Sedangkan pendidikan musik, biasanya hanya untuk kelas-kelas tertentu yang masa depannya sudah terjamin. Musik dianggap hanya kesenangan belaka, menghibur diri tanpa dibebani sumber pemasukan untuk hidup keluarga. Sekolah di bidang musik dianggap buang-buang waktu dan dana. Selain biaya sekolahnya relatif mahal, harga peralatannya pun tidak dapat dijangkau semua orang. Jangankan membeli alat-alat musik, untuk biaya hidup sehari-hari saja sudah bersyukur bisa terpenuhi. Jadi bagi Sarudin, hobi dan pendidikan biarlah tetap di jalur masing-masing. Yang jelas, seniman yang sejak tahun 1995 menetap di Tangerang Provinsi Banten ini sudah mengabadikan namanya lewat Trio Spansel sebanyak lima album (1975-1980), Elny Grup sebanyak sembilan album (1981), duet dengan Hotmaria Sitopu dalam Simalungun Jaya sebanyak dua album (1986-1988), Kasimka Group satu album, duet dengan Plorida br. Manik, duet dengan Dewita br. Purba, Sepuluh Karya Terbaik & Solo Millenieum 2001.

Beberapa lagu ciptaannya yang masih bisa disebutnya luar kepala antara lain : Panosalan, Lina, Na Tading Maetek, Bani Rondang ni Bulan Tula, Rokkap do Sukkunon, Anggo Anak Paranak on, Ulang Ham Tarudu, Na Sora Marsikkolah, Rap Hu Tiga Raya, Sirang Padan, Bani Borngin, Sabar Ma Ham, Ulang Urahtu Manggila, Marsapata, Sirang Do Hape Use, Ulang be Pusok Uhurmu, Ise be Hasomanhu, Parborit Pinangindo, Alani Judi, Aha Do Nani, dll.    

Pada umumnya, Sarudin menciptakan lagu berdasarkan pengalaman hidup. Apa yang dirasakan ketika itu, selalu diungkapkan lewat syair-syair lagu. Tidak ada ukuran baginya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencipta satu lagu. Bila sedang mood, 15 menit sudah jadi. Tapi kalau tidak, setahun pun belum tentu ada. Kalau dipaksa sebenarnya bisa juga, namun hasilnya kurang memuaskan.

Seperti kata pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Artinya seniman yang sudah memiliki beberapa cucu ini telah mewariskan bakat seni kepada 3 dari 6 orang anaknya. Sayang sekali bapak dari Hendrawan Chandra, Herni Chandrana, Abdi Chandra, Ade Chandra, Ernita Chandrana, Sahala Rohma Chandra, tidak menjelaskan sejauh mana bakat nyanyi itu berperan dalam kehidupannya.

“Sebenarnya saya kecewa....”, katanya suatu hari. “Seniman Simalungun kurang mendapat perhatian dari Pemkab Simalungun sendiri. Buktinya, para seniman Simalungun yang di masa mudanya telah banyak berbuat untuk seni Simalungun, tidak ada jaminan hidup di masa depan. Seperti saya misalnya, terpaksa harus ngamen demi mencukupi kehidupan sehari-hari. Seandainya dulu saya diberi kesempatan menjadi pegawai di lingkungan Pemkab, mungkin saya bisa mengabdikan diri di bidang seni dan budaya. Tapi sudahlah, semua sudah berlalu, saya cuma bisa berharap pemerintah memberi prioritas kepada seniman Simalungun untuk berperan aktif di event-event besar seperti Rondang Bintang, Pesta Danau Toba, dll. Juga kepada masyarakat etnis Simalungun, berilah dukungan kepada seni & seniman Simalungun. Anggo lang hita pamajuhon Simalungun on, ise bei ? ”   kata suami dari Heppy Sorta br Manurung ini menutup pembicaraan. Semoga.     ( Corry Aritonang )

Beberapa lagu yang pernah dibawakan oleh Sarudin Saragih bisa anda lihat dan dengarkan pada link ini

Sumber :
FB : Corry Aritonang 
Majalah SAUHUR
Edisi No.5 Juni - Juli 2008

Read More
Kamis, 30 Januari 2014
Tinggi Raja, Pesona Alam Simalungun yang Terabaikan

Tinggi Raja, Pesona Alam Simalungun yang Terabaikan

Cagar Alam Tinggi Raja yang terletak di Desa Tinggi Raja, Kecamatan Silau Kahen Kabupaten Simalungun Sumatera Utara merupakan salah satu tempat  yang patut dikunjungi untuk memanjakan mata.

Di daerah terpencil, jauh dari hiruk pikuk masyarakat kota, banyak yang tidak menyangka terdapat tempat yang menakjubkan seperti Tinggi Raja. Tinggi Raja menjadi salah satu Cagar Alam yang mulai eksis kembali setelah sempat  hilang dari daftar kunjungan wisatawan. Tinggi Raja adalah tempat dimana terdapat mata air asli air panas yang membentuk bukit kapur dari belerang yang mengeras.

Asal mula terbentuknya Cagar Alam Tinggi Raja juga menjadi salah satu cerita menarik, salah seorang penjaga parkir di tempat tersebut yang menamai dirinya Opung bersedia menceritakan sejarah tentang tempat ini.  Konon kawasan Tinggi Raja berasal dari empat marga yaitu Damanik, Sipayung, Saragih dan Purba. Kampung ini dulunya bernama Bauan, saat itu raja melakukan kenduri dan dalam kenduri tidak dibenarkan memakan hati kerbau, yang  menjadi pantangan dari raja. Namun, anak raja mengambil hati kerbau tersebut dan melanggar peraturan dengan memakan hati kerbau bersama masyarakat lainnya hingga terkena sumpah oleh Tinggi Raja.

Sebahagian masyarakat banyak yang mati dan anak raja saat itu mencoba melarikan diri. Meskipun sempat lari hingga kedaerah Lintong, Tapanuli, namun kematian tidak dapat dielakkan oleh anak raja tersebut. Dirinya mati setelah datang air panas yang menghantam dirinya. “ Jadi setiap tahunnya ada mistik suara gendang,” ucapnya. Itulah sedikit cerita opung akan asal mula Tinggi Raja. Setelah muncul air panas tersebut, terbentuklah bukit kapur yang sekarang menjadi fenomena alam.

Tinggi Raja sudah ditemukan sekitar ratusan tahun lalu, tetapi karena akses menuju tempat itu sangat memprihatinkan, seperti akses jalan menuju ke cagar alam tersebut yang sangat terjal dan rusak. Cagar alam ini belum begitu sering didengar di telinga masyarakat luas. Hal itu diungkapkan oleh Paini (68) salah seorang penduduk sekitar Cagar Alam Tinggi Raja tersebut. Pada 19 Nopember 2013.

“ Tempat ini sudah ada dari dulu dan baru terkenal kembali saat ini karena jalan menuju ketempat ini sudah diperbaiki oleh TNI,  tempat ini sempat fakum dan jarang di datangi oleh para wisatawan karena jalan ketempat ini yang tidak mendukung, dan setelah jalan ini diperbaiki oleh oknum TNI, tempat ini mulai diketahui oleh para wisatawan”

Untuk dapat sampai ke Tinggi Raja memakan waktu  4 jam dari Medan dengan menempuh jarak 95 Kilometer dari pusat kota Medan. Ada dua jalan alternatif menuju Bukit kapur Tinggi Raja, yakni dari Medan-Tebing Tinggi-Nagori Dolok-Bukit Kapur Tinggi Raja yang memakan waktu lebih lama di bandingkan jalur dari Medan- Galang (Deli Serdang)- Bangun Purba –Nagori Dolok- Bukit Kapur Tinggi Raja. Akses jalan  yang sangat memprihatinkan yang akan dilalui oleh pengunjung yakni 75 % jalan aspal dan 25 % jalan terjal dengan kerikil tajam.

Namun sayang, untuk dapat menuju tempat seindah itu harus melewati jalan yang sangat tidak mendukung, kurangnya perhatian dari pemerintah untuk lebih menjaga dan memperkenalkan sebuah cagar alam yang sangat memanjakan mata agar dapat menjadi sebuah kebanggaan dari Sumatera Utara yang memiliki sebuah Cagar Alam yang sangat menakjubkan.

Oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadikan kawasan Tinggi Raja sebagai pusat pelatihan militer. Kawasan yang masih memiliki keasrian hutan sangat tepat untuk mereka jadikan pusat pelatihan. Itulah alasan mereka memperbaiki jalan menuju Cagar Alam Tinggi Raja.

Lelahnya perjalanan akan dibayar mahal ketika sudah sampai di Tinggi Raja, decak kagum wisatawan akan keindahan panorama Bukit Kapur Tinggi Raja akan tergambar dari raut wajah mereka.

Dari keterangan penjaga cagar alam  ini, penduduk Tinggi Raja berjumlah 115 Kepala Keluarga (KK) yang mayoritas beragama Kristiani sebanyak 95 persen dan 5 persennya lagi beragama Islam. Namun dari cerita masyarakat setempat dulunya kerajaan yang terdapat di Tinggi Raja ini  berasal dari agama Islam. Makanya di tempat ini tidak boleh membawa atau menjual daging yang haram dan harus menjaga ucapan agar tidak boleh berkata kotor.

Keindahan yang dimiliki Tinggi raja yaitu dari bagian bukit teratas dapat dijumpai bukit kapur bagaikan bukit bersalju            yang menghasilkan aroma belerang dan dibawahnya terdapat sebuah danau air air panas yang berwarna biru. Sedikit berjalan ke arah kiri menapaki hutan-hutan dan menuruni seratus anak tangga, wisatawan dapat menjumpai bukit kapur yang berwarna warni dan mengasilkan air terjun yang panas, yang di bawahnya terdapat juga sungai bersih yang dijadikan pemandian untuk para wisatawan.

Indra (24) seorang wisatawan asal Medan mengungkapkan, “Cagar Alam Tinggi Raja ini sungguh sangat luar biasa indahnya, dan jarang ditemui di Indonesia, hanya SUMUT yang memiliki cagar Alam seindah ini, saya berharap ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur jalan agar tempat ini menjadi lebih diminati dan dikenal oleh para wisatawan lokal maupun wisatan asing”.

antarasumut | foto by Johny Siahaan
Read More
Kamis, 23 Januari 2014
Cara Membuat Nitak, Makanan Khas Simalungun

Cara Membuat Nitak, Makanan Khas Simalungun

Nitak merupakan menu makanan khas Simalungun, Sumatera Utara. Masyarakat Batak Toba menyebut makanan ini dengan nama itak.
Berbahan dasar beras, makanan ini tidak bisa dijumpai sehari-hari. Biasanya hanya disajikan pada saat momen-momen tertentu.
Selain beras, bahan-bahan yang digunakan membuat nitak antara lain lada hitam, garam, kencur, gula merah dan jahe.Nah, jahe yang digunakan umumnya jenis jahe merah.
Sediakan pula dua kelapa. Satu yang sudah disangrai atau gongseng dan satu lagi mentah. Cara pembuatannya cukup sederhana. Pertama, tumbuk beras selama setengah jam. Setelah itu masukkan lada hitam, kencur, jahe, kelapa mentah, kelapa yang telah disangrai, dan gula merah.


Setelah lengket dan menjadi adonan, nitak pun siap dinikmati.Nitak biasanya disajikan dengan dayok nabinatur, yaitu ayam panggang yang dicampur kelapa.

Selengkapnya anda dapat melihat cara pembautan Nitak Khas Simalungun di bawah ini : 

Read More